Save

Save

Time: 10:49

New York Turun ke Jalan - Anti Trump Featured

Seorang pendemo membawa poster penolakan terhadap Presiden AS Donald Trump dalam aksi unjuk rasa di New York, Senin (20/2/2017). Seorang pendemo membawa poster penolakan terhadap Presiden AS Donald Trump dalam aksi unjuk rasa di New York, Senin (20/2/2017). TIMOTHY A. CLARY / AFP

Muaradurionline, Newyork - Sekitar 10.000 orang peserta aksi unjuk rasa anti-Trump memenuhi jalan di Kota New York, Amerika Serikat, Senin waktu setempat.

 

Mereka menggelar aksi sambil terus meneriakkan yel-yel, "not my president!" .

Aksi di New York ini merupakan bagian dari unjuk rasa serempak yang digelar di sejumlah kota di AS, dalam konteks "Hari Presiden".

Kelompok Anti-Trump mengambil kesempatan yang merupakan hari libur publik untuk menggelar demonstrasi melawan Presiden AS.

Selain di New York, warga pun mengggelar unjuk rasa di sejumlah kota, termasuk Los Angeles, Chicago, Atlanta, dan Washington.

Di jalan-jalan Kota New York yang menjadi "kandang" bagi Trump, pengunjuk rasa dari beragam usia dan latar belakang berkumpul di Columbus Circle.

Mereka berkumpul tepat di depan Trump International Hotel, dekat Central Park. Di sana mereka mulai menyuarakan penolakan terhadap Trump.

Aksi unjuk rasa pun semakin meriah, dengan semakin banyaknya peserta aksi yang datang. Polisi memperkirakan ada 10.000 orang yang turun ke jalan saat ini. 

Salah satu pendemo, seorang pensiunan psikoterapis, Rima Strauss, terlihat menggunakan jaket denim dengan kancing bertuliskan "Not my president".

Sementara, pengunjuk rasa yang lain mengangkat poster bergambar Presiden Rusia Vladimir Putin menggendong bayi berwajah Trump lengkap dengan popoknya. 

"Dia telah menyakiti bangsa kami. Kami akan kehilangan bangsa ini jika kami tidak melakukan sesuatu," ungkap Strauss, seperti dikutip AFP.

"Trump tidak akan mendengarkan kami, tapi jika orang-orang bisa macam kami turun ke jalan, mungkin kami bisa mewujudkan sebuah revolusi melawan Trump, semoga,"  kata dia.

Qamar Khan, seorang pemuda berusia 26 tahun, yang adalah mahasiswa fakultas kedokteran asal Pakistan, mengaku, sebagai Muslim dia ingin menyuarakan ketidaksetujuannya dengan Trump.

"Kami Muslim. Kami ingin menyebarkan pesan damai dan kasih, itulah Islam yang sebenarnya," kata Khan.

"Saya tunduk kepada Presiden Trump sebagai Presiden AS, tapi saya tidak bisa setuju dengan kebijakannya," sambung dia. 

Di Los Angeles, pendemo mengangkat spanduk anti-Trump di luar City hall. Beberapa pesan di dalam spanduk itu antara lain "1. Resist 2. Impeach" dan "Trump is Mentally Ill". 

Huruf "U" pada nama Trump di spanduk itu diganti dengan lambang komunis palu dan arit.

Presiden Donald Trump kembali ke Washington setelah menghabiskan akhir pekannya di Mar-a-Lago estate di Miami Beach, Florida, yang belakangan dijuluki "Winter White House".

Presiden berusia 70 tahun ini pun memilih menggunakan akun Twitter-nya untuk komunikasi publik, ketimbang melalui media massa yang dia sebut sebagai musuh bangsa AS.

Di Hari Presideni ini, Trump pun mengeluarkan cuitan di Twitter dengan kalimat menggunakan huruf kapital: "HAPPY PRESIDENTS DAY - MAKE AMERICA GREAT AGAIN!"

 

(KOMPAS.com)

Last modified on Saturday, 04 March 2017 02:04
Rate this item
(1 Vote)
Read 272 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Get Our Newsletter

Find us on Facebook

MDO News

Muaradurionline.com lumbung Fakta Mengangkat Marwah

Badan Hukum PT. Muara News Indonesia

Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]