Save

Save

Time: 2:26

Meski Kembalikan Kerugian Negara, Tersangka Korupsi Tetap Diproses Featured

Wednesday, 30 August 2017 00:00

MUARADURIONLINE.COM, GUNUNGSITOLI – Tersangka pada kasus dugaan korupsi di Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Kebersihan Kota Gunungsitoli, mengembalikan uang senilai Rp 150 juta kepada Negara.

Dana itu dikembalikan melalui Jaksa pada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. Meski telah mengembalikan dana yang dihitung sebagai kerugian negara itu, 2 tersangka tetap menjalani proses hukum.

“Total kerugiannya Rp 207 juta, berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Sumatera Utara. Walaupun telah mengembalikan kerugian negara Rp 150 juta, tidak pernah menghalangi proses hukumnya,” ujar Kepala Kejari Gunungsitoli, Parningotan Bakkara, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus,Yus Iman Harefa, Rabu (30/08/17).

Diungkapkan Yus Iman Harefa, Jaksa berupaya keras menyelesaikan perkara tersebut. Agar segera dilimpahkan ke penuntutan. “Proses hukumnya tetap berjalan, dan rencana awal atau paling lambat pertengahan September ini sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan untuk disidangkan. Sampai saat ini juga, kedua tersangkanya sudah menghadiri panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka, "pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, 2 tersangka pada kasus dugaan korupsi di Dinas TRPK Kota Gunungsitoli kembali menjalani pemeriksaan di Kejari Gunungsitoli. Mereka dimintai keterangan Jaksa atas proyek Pemeliharaan Rutin Kendaraan Dinas, Kendaraan Operasional dan Alat Berat tahun anggaran 2014. Keduanya adalah YH selaku Kuasa Penguna Anggaran dan NA sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, yang ditetapkan berstatus tersangka pada Juni 2017.

Hanya saja, YH tidak dapat memenuhi panggilan Jaksa, karena alasan sedang sakit dan sedang dirawat di Rumah Sakit Elisabeth Medan. Sedangkan NA, telah diperiksa dengan didampingi kuasa hukumnya, Sehati Halawa. “YH tidak dapat hadiri pemeriksaan dengan bukti surat yang disampaikan pada kami,” ujar Kasi Pidsus Kejari Gunungsitoli, Yus iman Harefa seperti rilis dari KataNias.

Sehati Halawa mengaku sedang mempelajari lebih dalam perkara hukum yang menjerat kliennya itu. Sebab ia baru bertugas mendampingi NA sebagai kuasa hukum. “Biarkan proses hukum berjalan dan saya harus mempelajari studi kasusnya. Nanti akan kita tempuh langkah-langkah sesuai hak-hak tersangka, agar proses hukumnya bisa berimbang,” ujarnya.

Sesuai SPJ yang disampaikan, dari Rp 900 juta dana yang digunakan untuk proyek di Dinas TRPK itu, terdapat sejumlah pembelian alat kendaraan fiktif. Sehingga mengakibatkan adanya kerugian negara Rp 207 juta. Pasalnya, setelah dicek pada toko yang bersangkutan, ternyata belum pernah ada transaksi antara toko dengan pihak dinas terkait.**Red.

Source: KataNias.Com/RiauExpress.com

Rate this item
(0 votes)
Read 102 times

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Get Our Newsletter

Find us on Facebook

MDO News

Muaradurionline.com lumbung Fakta Mengangkat Marwah

Badan Hukum PT. Muara News Indonesia

Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]